السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
Selamat ber-long weekend ya, anandaku semuanya.
Semoga di hari yang cerah ini, kita bisa mengisinya dengan hal-hal yang
bermanfaat. Bukan malah menghabiskannya dengan tidur panjang.
Sesuai dengan janji yang ustaz sampaikan kemarin, bahwa
di hari Sabtu ini ustaz akan memuat materi pelajaran kita di blog ini sebagai
salah satu media pembelajaran. So, walaupun libur, kita tetap bisa belajar dari
manapun dan kapanpun. Ingat sebuah hadis yang diriwayat oleh Imam Muslim
mengatakan :
اُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إَلَى اللَّهْدِ
Artinya
: Tuntutlah ilmu itu dari ayunan sampai ke liang lahat.
“Ok!
Let’s we do it!”
“Jangan
dibaca duit ya, karena duit itu uang... he he he...”
Tema yang akan kita bahas adalah tentang “Masdar” atau
dalam bahasa Arabnya
اَلْمَصْدَرُ. Secara
bahasa, masdar artinya kata dasar. Sedangkan secara istilah masdar
adalah setiap kata yang menunjukkan kepada suatu perbuatan tanpa disertai
dengan keterangan waktu, kapan perbuatan itu dilakukan. Berbeda dengan Fi’il.
Fi’il adalah setiap kata yang menunjukkan kepada suatu perbuatan yang
dilakukan pada waktu tertentu.
Untuk
lebih jelasnya, perhatikanlah contoh sederhana berikut ini !
Kalimat
pertama :
Saya
suka membaca majalah itu (أَنَا
أُحِبُّ قِرَاءَةَ الْمَجَلَّةَ)
Kalimat
kedua :
Saya
sedang membaca majalah itu (أَنَا
أَقْرَأُ الْمَجَلَّةَ)
Pada kalimat pertama, kita menggunakan masdar. Sedangkan
pada kalimat kedua, kita menggunakan Fi’il Mudhari’. Sehingga, pada kalimat
pertama itu, tidak diketahui kapan kegiatan membaca itu dilakukan. Sedangkan
pada kalimat kedua, bisa diketahui waktu pelaksanaannya karena kita menggunakan
fi’il mudhari’ yang waktu pelaksanaannya adalah sekarang/sedang berlangsung.
Untuk
mengetahui bentuk-bentuk masdar tersebut, maka langkah yang paling mudah adalah
dengan kita menggunakan kamus bahasa arab. Coba Ananda buka kamus bahasa arab,
kemudian carilah kata قَرَأَ, maka ananda akan menemukan tulisan seperti ini :
(قَرَأَ –يَقْرَأُ-قُرْآنًا وَ قِرَاءَةً
)
arti dari susunan tersebut adalah : kata pertama, bentuk fi’il madhinya, yang
kedua adalah fi’il mudhari’nya sedangkan yang ketiga dan keempat (yang digaris
bawahi) adalah bentuk masdarnya.
Setiap
fi’il yang terdiri dari tiga huruf asli, maka bentuk masdarnya akan
bermacam-macam pula. Untuk lebih jelasnya, bisa kita ketahui dengan banyak
membaca dan memperhatikan kata-kata tersebut di dalam kamus bahasa arab. Sedangkan
untuk fi’il-fi’il yang mendapatkan tambahan pada huruf aslinya, maka fi’il itu
mempunyai wazan-wazan (pola-pola) tertentu yang sudah baku, tinggal kita
pelajari dan menghafalkan wazan-wazannyanya tersebut.
Masdar
juga bisa diartikan sebagai kata benda (isim) yang berasal dari fi’il. Sehingga
artinya berubah, dari kata kerja menjadi kata benda. Seperti membaca (fi’il),
bacaan (Masdar) dan sebagainya.
Baiklah,
mungkin itu dulu penjelasan singkat tentang masdar. Mudah-mudahan bisa dipahami
dengan baik. Untuk selanjutnya, silahkan perhatikan kembali teks-teks materi
istima’ dan hiwar dalam buku pelajaran bahasa arabmu, kemudian temukanlah
contoh-contoh masdar di dalamnya.
Ok!
See you later !
إلى اللقاء،
مع السلامة
Tidak ada komentar:
Posting Komentar