Sabtu, 25 Januari 2020

Mari Belajar tentang Masdar


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat ber-long weekend ya, anandaku semuanya. Semoga di hari yang cerah ini, kita bisa mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Bukan malah menghabiskannya dengan tidur panjang.

Sesuai dengan janji yang ustaz sampaikan kemarin, bahwa di hari Sabtu ini ustaz akan memuat materi pelajaran kita di blog ini sebagai salah satu media pembelajaran. So, walaupun libur, kita tetap bisa belajar dari manapun dan kapanpun. Ingat sebuah hadis yang diriwayat oleh Imam Muslim mengatakan :
اُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إَلَى اللَّهْدِ
Artinya : Tuntutlah ilmu itu dari ayunan sampai ke liang lahat.

“Ok! Let’s we do it!”

“Jangan dibaca duit ya, karena duit itu uang... he he he...”

Tema yang akan kita bahas adalah tentang “Masdar” atau dalam bahasa Arabnya اَلْمَصْدَرُ. Secara bahasa, masdar artinya kata dasar. Sedangkan secara istilah masdar adalah setiap kata yang menunjukkan kepada suatu perbuatan tanpa disertai dengan keterangan waktu, kapan perbuatan itu dilakukan. Berbeda dengan Fi’il. Fi’il adalah setiap kata yang menunjukkan kepada suatu perbuatan yang dilakukan pada waktu tertentu.

Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh sederhana berikut ini !

Kalimat pertama :
Saya suka membaca majalah itu (أَنَا أُحِبُّ قِرَاءَةَ الْمَجَلَّةَ)

Kalimat kedua :
Saya sedang membaca majalah itu (أَنَا أَقْرَأُ الْمَجَلَّةَ)

Pada kalimat pertama, kita menggunakan masdar. Sedangkan pada kalimat kedua, kita menggunakan Fi’il Mudhari’. Sehingga, pada kalimat pertama itu, tidak diketahui kapan kegiatan membaca itu dilakukan. Sedangkan pada kalimat kedua, bisa diketahui waktu pelaksanaannya karena kita menggunakan fi’il mudhari’ yang waktu pelaksanaannya adalah sekarang/sedang berlangsung.

Untuk mengetahui bentuk-bentuk masdar tersebut, maka langkah yang paling mudah adalah dengan kita menggunakan kamus bahasa arab. Coba Ananda buka kamus bahasa arab, kemudian carilah kata قَرَأَ, maka ananda akan menemukan tulisan seperti ini :
(قَرَأَ –يَقْرَأُ-قُرْآنًا وَ قِرَاءَةً  ) arti dari susunan tersebut adalah : kata pertama, bentuk fi’il madhinya, yang kedua adalah fi’il mudhari’nya sedangkan yang ketiga dan keempat (yang digaris bawahi) adalah bentuk masdarnya.

Setiap fi’il yang terdiri dari tiga huruf asli, maka bentuk masdarnya akan bermacam-macam pula. Untuk lebih jelasnya, bisa kita ketahui dengan banyak membaca dan memperhatikan kata-kata tersebut di dalam kamus bahasa arab. Sedangkan untuk fi’il-fi’il yang mendapatkan tambahan pada huruf aslinya, maka fi’il itu mempunyai wazan-wazan (pola-pola) tertentu yang sudah baku, tinggal kita pelajari dan menghafalkan wazan-wazannyanya tersebut.

Masdar juga bisa diartikan sebagai kata benda (isim) yang berasal dari fi’il. Sehingga artinya berubah, dari kata kerja menjadi kata benda. Seperti membaca (fi’il), bacaan (Masdar) dan sebagainya.

Baiklah, mungkin itu dulu penjelasan singkat tentang masdar. Mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik. Untuk selanjutnya, silahkan perhatikan kembali teks-teks materi istima’ dan hiwar dalam buku pelajaran bahasa arabmu, kemudian temukanlah contoh-contoh masdar di dalamnya.

Ok! See you later !
إلى اللقاء، مع السلامة